Postingan

Al-Qur'an sebagai Kitab Budaya?

Gambar
Sumber: google/kemdikbud.kebudayaan.go.id -Ade Chariri Membincang perihal hermeneutika al-Qur'an yang masih menjadi sorotan dalam dunia akademik kajian al-Qur'an, maka sama halnya berbicara tentang universalitas al-Qur'an. Salah satu tokoh yang cukup "seksi" untuk dibahas ialah Nashr Hamid Abu Zayd, yang mengatakan bahwa Alquran adalah sebuah teks yang mengatasi dan melampaui teks-teks lain dalam sejarah. Konsep tersebut bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan oleh para revisionis barat yang menyatakan dan mensejajarkan teks al-Qur'an dengan Injil dalam segala hal, termasuk keasliannya. Abu Zayd mencoba mengembangkan hermeneutikanya dengan acuan konteks sosial-budaya yang berlaku. Meskipun penerapan al-Qur'an disesuaikan dengan konteks sosial-budaya, namun Abu Zayd tidak menghilangkan konsep al-Qur'an adalah wahyu yang otentik--yang  merupakan alat komunikasi Nabi dengan Tuhan melalui Malaikat Jibril. Dengan demikian, apa yang menjadi pemiki...

Orientalisme dan al-Qur'an

Gambar
Sumber: google/alifid -Ade Chariri Studi kajian al-Qur'an menjadi semakin menarik pada era sekarang (mulai tahun 2000-an) dengan banyak bermunculan orientalis maupun akademisi barat yang concern pada studi yang mereka sebut dengan progresifitas al-Qur'an (hermeneutika). Interpretasi terhadap al-Qur'an menjadi sangat penting dan menarik pada era sekarang. Dalam memahami al-Qur'an, seharusnyalah tidak parsial (terpisah-pisah). Keberlakuan sebuah ayat memiliki sasaran dan wilayah masing-masing, ada beberapa ayat yang bersifat lokal-temporal dan ada beberapa ayat yang sasaran hukumnya bersifat universal. Sifat ayat yang "lokal" ini bukan berarti mempunyai makna bahwa ayat tersebut hanya berlaku pada satu wilayah saja, namun pesan moralnya dapat diterapkan dalam wilayah lain yang relevan dan membutuhkan interpretasi tersebut dengan kritis dan ilmiah. Keraguan beberapa orientalis-yang skeptis-terhadap otentisitas al-Qur'an sebagai kalam Allah, sebenanrnya te...

New Year Hijriah, Tak Salah Jika Hijrah

Gambar
Sumber: google/digtara.com -Ade Chariri           Pancaroba zaman memang tak bisa dihindari oleh siapa pun di muka bumi ini, terkadang manusia dituntut untuk masuk ke dalamnya atau keluar dan menikmati hidup sesuai passion . Bicara soal passion pun, manusia gak ngerti-ngerti amat apa itu passion . Ada beberapa manusia diajak berorganisasi gak mau dengan alasan; passion saya di akademik kok, ada pula yang diajak bersosial gak mau dengan alasan; passion saya di bisnis loh . Ada pula yang diajak berpikir keras, dia jawab; passion saya kerja lapangan, titik. Untungnya dan semoga jangan sampai ada yang ketika diajak beragama dan berakhlak, lalu dijawab dengan;  passion saya begal orang, titik. Itu kan ngeri bin medeni.           Ingat, bahwa Tuhan meng-anugerahi manusia bakat dan minat, memang terkesan abstrak ketika ada seorang manusia yang sebenarnya memiliki bakat, tapi justru tidak minat pada bakatnya tersebut, ...

Putra Bangsa Penjaga Al-Qur'an

Gambar
sumber: google/qowimnet -Ade Chariri Cerita singkat ini sengaja saya tulis semata-mata untuk mengenang 1000 hari wafatnya Guru besar kami (baca; santri An-Nur khususnya) pada tanggal 15 September 2017. Saya mulai dari, t epat saat berita gempa Jogja 2006 sampai ke telinga, saya putuskan untuk menunda sowanku pada Simbah Kiai Nawawi (Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren An Nur). Beliau salah satu 'putra terbaik bangsa' penjaga otentisitas al-Qur’an. Seorang al-Hafidz masyhur dan seorang suami dari Simbah Nyai Walidah Moenawir.  Cerita ini sengaja dikembalikan pada tahun 2006, karena di tahun itulah, niat untuk ‘menjarah’ ilmu dan ngalap barakah beliau sudah terbesit, ternyata takdir tak berpihak.   Saya menginjakkan kaki di tanah Jogja pertama kali pada 2010, melihat gagah dan kharismatiknya Simbah membuat saya semangat mengikuti seleksi mengaji dengan Pengurus Pondok saat itu agar segera bisa mengaji bersama Simbah, dimulai dari Juz 'Amma.  Di tengah proses pan...

Bersosmed Ala Hikam

Gambar
Sumber: google/turotspustaka -Ade Chariri           Bagi sebagian kalangan yang gandrung akan kesufian atau pencari jati diri kehidupan, paling tidak harus kenal dengan kitab tasawuf satu ini, al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari. Seorang ulama sufi kelahiran Mesir, dan dikenal seantero dunia. Banyak dikaji dan menjadi salah satu rujukan utama bertasawuf. Dalam al-Hikam mencakup banyak kalam hikmah bagi manusia untuk dapat menuju  ma’rifat , atau paling tidak si manusia dapat mengatur hidupnya agar tidak lalai dalam perkara dunia.            Yah , meskipun kebanyakan manusia (seperti saya) sangat ingin ‘menguasai dunia’. Artinya, dengan  sinau  al-Hikam, paling tidak kita bisa menghadapi masalah dunia dengan  slow, kalem dan berkelas . Atau istilah lainnya, kita bisa menjadikan dunia dalam genggaman kita dan mengaturnya layaknya pemilik dunia itu.         ...

Rekonsiliasi Tingkat Tinggi

Gambar
Sumber: google/kompasiana.com -Ade Chariri           Pesan tentang menjaga perdamaian sendiri, sudah ada dalam al-Qur’an Q.S. al-A’raf ayat 56;  "dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik, berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap, sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan".           Ada salah satu contoh kasus semacam proses perdamaian yang sepertinya  absurd  diwujudkan di Indonesia ini, namun ternyata ada dan terlaksana. Tengok kembali kasus bom Bali yang terjadi 15 tahun silam (Oktober 2002) dan bom Hotel JW Marriot Jakarta (Agustus 2003) yang dilakukan oleh para teroris. Tema terorisme dan bom ini sengaja diangkat kembali sebagai hasil  dari kegiatan seminar perdamaian yang diadakan di Hotel Novotel Solo pada tanggal 4-5 Maret 2017, juga sebagai refleksi dari bom  panci  yang terjadi di Bandung (Februari 2...